Wednesday, September 30, 2009

Wawancara

ni salah satu cuplikan tulisan wawancara dengan sebuah majalah, yang sayang kalau terlewatkan :

1. Bisa diceritakan awal Mas Try melibatkan diri untuk terjun ke bisnis ritel dan memilih jalur wirausaha?
Jawab : Pada awalnya memang tidak berpikir jauh untuk terjun dan menekuni bisnis ini, saya terpikir untuk mulai bisnis ini karena dari pengamatan dan sedikit survey kecil2an di industri ritel fashion ini. Kenapa memilih berwirausaha ? karena jalur ini yang relative paling mudah untuk mulai, hanya diperlukan keberanian, sedikit feeling dan yang lain bisa learning by doing J

2. Apa strategi awal dan tahap-tahapan apa saja yang dilalui di dalam memulai start-up bisnis?

Jawab : Bisnis distro adalah bagian dari bisnis retail fashion pada umumnya, karena berkonsep independent store, mau tidak mau saya harus mencari dan memilih lokasi tempat/toko yang tepat. Target market distro adalah anak-anak ABG dan sebagian anak-anak kuliahan. Oleh karena itu dalam hal memilih lokasi store pun saya selalu mencari tempat yg memang banyak anak2 muda, bisa di jalan akses perumahan, akses ke mall ataupun tempat2 hangout favorit anak-anak muda.

Selain itu, strategi khusus untuk bisnis distro terletak pada bagaimana kita mengkonsep/layout toko, memilih jenis barang , membangun model promosi, serta membaca trend mode fashion.

3. Bagaimana gambaran bisnis Anda saat ini mulai dari omset dan cabang bisnis jika ada? Apa target bisnis Anda hingga akhir tahun ini dan apa saja yang akan disiapkan sebagai plan 2010?

Jawab : Bisnis distro pada saat ini telah menjadi semacam “gaya hidup” tersendiri. Konsumen type ini, adalah konsumen yang sangat loyal dengan trend atau mode, apalagi dalam komunitas mereka, apabila salah satu dari mereka mengenakan Tshirt atau tas terbaru, niscaya kemudian teman2 mereka yang lain akan mencari produk tersebut.

Dan terbukti industri ini sedikit lebih tahan banting di saat pasar garment kita di serbu oleh produk impor dari China yang jelas menawarkan harga yang sangat murah, akan tetapi dengan keunikan konsep, design dan cara jualan seperti ini kita mampu bertahan, bahkan semakin tumbuh.

Dari segi omzet penjualan, alhamdulillah masih stabil sesuai dengan session2 pada umumnya, dan saya sendiri pada saat ini mengoperasikan 6 (enam) outlet distro di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Target khusus tahun 2010, adalah mengembangkan brand saya “RAXZEL” agar semakin di kenal di industri ini, baik dari segi kualitas dan distribusinya.
4. Dari sisi SDM, industri kreatif memerlukan SDM yang unik, bisa diceritakan bagaimana Anda mengisi posisi ini mulai dari rekruitmen, pengembangan dan cara untuk mempertahankannya?

Jawab : Memang industri ini tidak terlepas dari pertemanan, serta komunitas. Dalam hal rekruitmen pada posisi2 tertentu seperti designer, creative, memang kita agak selektif dalam rekrut posisi ini, karena terkait dengan selera/taste dari konsep brand/produk kita.

Tetapi untuk posisi2 lain seperti store manager, staff toko kita merekrut sdm2 yang lebih dekat dengan target konsumen.

Untuk pengembangan dan mempertahankan mereka, secara regular kita selalu berdiskusi, studi banding dan memberikan informasi2 terupdate tentang industri ini, selain dengan pola reward dan membangun ikatan personal.

5. SDM kreatif ini seberapa pentingkah bagi bisnis Anda dan seberapa besar perannya di dalam mendesain dan membuat produk-produk baru dibanding dengan peran Anda sebagai owner? Seberapa besar intervensi yang Anda lakukan dan seberapa besar wewenang yang Anda delegasikan kepada SDM kreatif ini?

Jawab : Untuk posisi designer dan creative dept, memang sangat besar perannya dalam industri ini, karena dari merekalah muncul ide, design dan konsep2 baru, akan tetapi saya sebagai owner memang masih banyak terlibat dalam menentukan tema, session edition dan finishing produk, agar tidak keluar dari karakter brand yang kita kembangkan.

6. Seberapa sering Anda membuat produk dan bagaimana pembagiannya dalam perencanaan bisnis selama setahun, misalnya apakah ada tema-tema dalam setahun yang bisa dibagi dalam rentang waktu tiap semester atau kuartal, atau Anda tidak menggunakan pola-pola tersebut alias ngalir aja dan tergantung mood? Bisa dishare cara Anda menyiasatinya?

Jawab : Perencanaan produk kita relative lebih pendek , karena memang siklus dari industri ini berkonsep “limited” produk. Dalam satu design kita hanya memproduksi maksimal 60 pcs, makanya kita harus selalu terus-menerus mengupdate tren2 terbaru, dengan banyak bergaul,surfing internet dll.

7. Bagaimana Anda memandang persaingan di industri kreatif ini dan apa strategi jitu yang Anda pilih untuk bisa tetap eksis dan berbalik menang dalam persaingan?

Jawab : Persaingan dalam industri ini memang semakin seru, dengan makin menjamurnya distro/clothing2 baru dengan mengusung konsep dan keunikan design masing2. Akan tetapi saya optimis, bahwa industri ini masih akan tetap eksis di tahun2 mendatang, kunci sukses industri ini adalah terletak pada konsep design, kualitas dan kepekaan kita menangkap dan trend/mode juga membangun promosi, endorsement dan ketersediaan produk di masing2 titik distribusi.

Saturday, March 21, 2009

Young Entrepeneur Awards


Harian Bisnis Indonesia & Bank Commomwealth bekerja sama untuk mengadakan YEA yg telah memasuki tahun ke-3, apa saja syarat, ketentuan dan manfaatnya bagi kita ??
Silahkan lihat di sini : Young Enterpreneur Awards

Muda-mudahan bermanfaat, umtuk pengembangan dan akselerasi bisnis anda.

Try Atmojo

Wednesday, March 18, 2009

Relokasi Distro

Pemilihan lokasi ditro ternyata juga gampang-gampang susah lho...terbukti untuk yang kedua kalinya saya me-relokasi salah satu distro saya "Zerolabel".
Lokasi sebelumnya sewa di mall dengan ukuran yg jauh lebih kecil di banding yang sekarang. Memang traffic pengunjungnya tinggi ,tetapi transaksinnya sih biasa-biasa saja.

Ternyata untuk bisnis retail (fashion) sangat di pengaruhi oleh luas area untuk display barang dagangan,semakin luas tempatnya memang semakin banyak barang yg di display juga , yg artinya makin banyak customer dapat melihat dan memilih-milih barang.

Idealnya memang luas outlet vs omzet harus berbanding lurus, berapa M2 menghasilkan omzet berapa, bisa antara 30.000 - 50.000/m2 per hari

Memang kalau di mall, kita nggak di pusingkan lagi bagaimana mendatangkan lead/pengunjung, karena otomatis dari pengelola mall yang mendatangkan, beda sekali dengan di luar mall ( Independent store ) kita di tuntut creative dan berusaha mendatangkan pengunjung. Memang sih...sebetulnya bisnis distro ini "culture" lokasinya lebih pas di luar mall. Karena biasanya distro itu bukan hanya sekedar buat tempat berjualan saja, tetapi sekaligus sebagai tempat ngumpul, ngobrol,kongkow2 anak2 muda.

Salam


Try Atmojo
Owner : www.raxzel.com

Tuesday, December 2, 2008

Mindset breaker


"Selama ini kita hanya selalu menghitung-hitung segala kekurangan kita, jarang sekali kita mensyukuri apa yang telah kita miliki ", kata-kata itu selalu terngiang-ngiang di kepala saya.
Itu salah satu dari ucapan dari Pak Yusef J Hilmi seorang trainer sekaligus seorang "personal enlighment".Beliau telah melanglang nusantara meberikan berbagai pelatihan, diantarannya dari Grapari Telkomsel telah berbicara di depan ribuan orang, dari berbagai profesi.

Alhammdulillah, di tengah kesibukan beliau, masih bisa menyempatkan diri hadir untuk memberi training untuk team saya,pada sesi pertama ini team saya hadir sekitar 35 orang, dari distro maupun dari konter handphone.
Selama ini saya merasa kurang memberikan pelatihan2 seperti ini, yang sering team saya berikan selama ini hanya, skill menjual, pelayanan customer, pengetahuan produk dll.

Minimalnya saya berharap dengan sesi pelatihan ini, dapat merubah mindset,menambah rasa percaya diri, rasa bersyukur dan rasa memiliki terhadap perusahaan, yang pelan tapi pasti berimbas pada peningkatan kualitas pelayanan & penjualan.

Salam sukses


Try Atmojo

Sunday, November 30, 2008

Ngasah gergaji

Sudah tidak kaget lah, kalau bulan-bulan seperti ini aktivitas penjualan di distro lagi sepi, maklum setelah peak season kemarin, biasanya akan mulai menggeliat lagi setelah bulan Februari. Selama ini begitulah pola bisnis yang berhubungan dengan garment atau fashion.

Ini saat yang tepat untuk mencoba inovasi2 baru, memperbaiki kwalitas produksi, menambah varian produk, men-charge kembali semangat & knowledge karyawan, membongkar dan membaca buku2 yang sempat terlantar bahkan belum di buka segel plastiknya, dan "memasang radar" peluang-peluang bisnis baru.

Sayapun mencoba "merasakan menjadi customer" distro saya, untuk mencari dan melihat dari dekat dari sisi customer , apa yang selama ini kurang atau terlewatkan.
Mulai dari sarana parkir, front face distro yang sudah kusam catnya, lampu neon box yang kadang nyala kadang mati, lay out dan rak yang membosankan, visual merchandise yang sudah jadul, antusiasme karyawan dlm melayani dll
Ibarat dokter, saya lagi scanning satu-persatu kondisi distro saya saat ini.

Apakah anda juga lagi ngasah gergaji ... ?


Salam funtastic


Try Atmojo

Saturday, November 22, 2008

Intrade Malaysia 2008



Atas undangan dari pemerintah Malaysia melalui komunitas bisnis TDA , saya di undang untuk menjadi buyer dalam event Incoming Buying Mission yang di selenggarakan oleh Malaysian External Trade Development Corporation MATRADE " semacam lembaga pengembangan ekspor di Indonesia.

Selain pengusaha2 Malaysia sendiri, acara tersebut di hadiri oleh pengusaha2 lebih dari 50 negara yang di undang

Selain acara expo yang menarik, ada juga acara yang lebih seru dari itu, yaitu bisnis matching, saya sendiri mendapatkan jadwal yang cukup padat selama 2 hari berturut-turut, untuk bertemu dengan pengusaha2 garment/clothing Malaysia.

Dari beberapa perusahaan yang kita temui, ada yang menarik untuk saya tindak lanjuti, antara lain : RadioActive sebuah brand clothing yang sudah cukup terkenal di Malaysia, yang produknya tersebar di, Jepang,Amerika,Thailand, Singapura dll.

Tapi banyak juga yang ketemu dg saya, yang jenis bisnisnya tidak nyambung sama sekali..he..he.. ( malah jadi lucu ngobrolnya karena nggak nyambung ).
Dari pengamatan saya, terlihat pemerintah Malaysia sangat serius mendorong pengusaha2nya untuk berorientasi ekspor, semua lini departemen terintegrasi melaksanakan event ini.


Salam sukses


Try Atmojo

Thursday, August 21, 2008

Raxzel on KICKFEST BANDUNG 2008




Gelaran Kreative Independent Clothing Komunity Fest kali ini telah memasuki kota ketiga setelah sebelumnya ada di Yogya,Makassar, kali ini giliran kota Bandung menjadi tuan rumah, acara The Biggest Annual Clothing Expo ini telah terbukti menjadi event yang di tunggu2 oleh kalangan muda pecinta independent local fashion.

Dengan tema "DARE TO DREAM", event kali ini adalah menjadi bagian dari acara HelarFest 2008 yang selama sebulan penuh menampilkan karya2 kreative teman2 dari Bandung, dari berbagai komunitas seperti, fotografi,film,musik,design dll. Sekaligus mengenalkan kota Bandung sebagai "Bandung Creative City"

Acara KICKFEST ini terbilang sangat sukses, melihat jumlah pengunjung yang mencapai hampir 350.000 ribu dalam tiga hari, serta rekor transaksi yang terjadi lebih dari 12 Miliar.

RAXZEL sebagai bagian dari event kali inipun mencatat penjualan yang cukup fantastis, selain itu banyak permintaan untuk menjadi mitra distribusi di beberapa daerah.

Dengan mengusung tema kampanye tentang Global Warming, RAXZEL terbukti mempunyai segmen pasar yang cukup luas, tidak terbatas di kalangan ABG saja, tetapi dari kalangan yang lebih dewasa, kuliahan & pekerja kantoran yang hampir rata2 well educated. ( Baca Liputan : Detik Bandung )


Try Atmojo
08128523333