Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Sunday, January 1, 2012

Know Your Numbers


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, bagaimana dengan rapot bisnis anda di tahun kemarin ? merah atau Biru ? Pas pasan, over target atau malah kedodoran dan ngos2an untuk menutup tahun 2011 dg manis ?

Apapun pencapaian itu, niscaya anda sudah maksimal untuk menggapainya, memang kondisi iklim dan kompetisi bisnis sekarang semakin riuh, semakin banyak “crackers” yg tidak anda sadari menggerus omzet & market share bisnis anda,  makin banyak pemain2 baru dg segala kreatifitas dan differensiasinya.

Bagi anda yg sudah malang melintang di bisnis, awal tahun biasanya saat yang tepat untuk mengevaluasi pencapaian  bisnis tahun lalu, mulai sibuk dengan angka, grafik, persentase dan indikator lain. Satu hal yg paling essensial dalam menjalankan bisnis, tidak peduli seberapa ukuran bisnis anda, anda wajib tahu dan ngeh tentang angka2.
Ibarat permainan sepak bola, anda wajib tahu skor pertandingan, kapan saatnya anda menaikan tensi serangan, kapan saatnya anda bertahan, kapan saatnya anda ganti striker.

Anda yang bergerak di sektor trading, retail atau manufaktur, saya yakin anda fasih dan fluent memahami yg namanya : gross sales, nett sales, inventory, inventory turn over, COGS (hpp), nett margin, gross margin, profit dll . Saya yakin anda juga “nglothok” dg rasio2 keuangan dan istilah2 seperti : BEP, ROA, ROE  dll.
Kalupun anda merasa masih belum begitu paham dg istilah dan maksud dari angka2 tersebut, segeralah sadar  dan kembali ke jalan yg benar J Saya yakin anda akan “terpesona” atau malah “terkaget kaget “ dg performance bisnis anda selama ini.

Jangan sampai anda ignorance/abai dg hal2 yg essensial seperti ini, saya selalu teringat nasehat mentor saya “ Sesuatu yg  tidak bisa anda ukur, niscaya sulit utk di tingkatkan “
Di tengah optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia dan semakin bergairahnya konsumsi kelas menengah, yuk .. kita mulai tahun ini dengan strategi yg lebih thokcer utk membuat bisnis kita selalu growth.

Selamat Tahun baru 2012 …


Try Atmojo
www.raxzel.com

Thursday, May 20, 2010

TDA Forum & Sharing Bisnis

Beranikah anda bertaruh, bahwa jika anda berfikir dan berkata "saya bahagia", maka sesungguhnya anda sedang mengajak kebahagiaan itu datang, dan jika anda mengulanginya terus, maka artinya kebahagiaan juga akan terus mendatangi anda?

Sebaliknya, beranikah anda mencoba, dengan terus menerus berkata "saya sengsara, saya marah" maka dua hal tersebut tinggal menunggu waktunya saja mendatangi anda?

Apa artinya sebuah daya tarik perasaan dan fikiran yang setiap hari anda jalani?
Lalu apakah anda siap, jika mulai sekarang anda mengatakan "Saya Sukses", dan anda memang berhak sukses?

Temukan rahasia terdahsyat dan jawabannya dalam acara:


Pembicara : Bpk. Yusef J. Hilmi (Motivator)

Waktu : Sabtu 22 Mei 2010

Jam : 10.00 WIB sd 13.30 WIB

Tempat : Restoran Pesona Laut Pinang Tangerang

Dilanjutkan dengan Sharing Binis :

"Keajaiban bisnis kreatif, bagaimana membangun perusahaan kreatif miliaran rupiah tanpa modal”

bersama :

Arif Budiman Managing Director Petakumpet Creative Network
Pengarang buku "Jualan Ide Segar " dan "Tuhan sang Penggoda"

Ayo jangan tunda kesempatan langka untuk bisa mendapatkan ilmu berlimpah
Investasi : Untuk Rp 20,000 (untuk makan siang, ada subsidi), bayar langsung di tempat. Mohon konfirmasikan kehadiran

Info lanjut menghubungi:

0813 9842 1803 (Lutfiel Hakim)
08161384206 (Ahmad Hidayat)
08158270680 (Cece yaya Sudarya)

Try Atmojo

Thursday, February 4, 2010

8 Hal Penyebab Utama Gagalnya Start Up Bisnis

Saya punya seorang teman yang sudah lama saya kenal, teman saya satu ini, sebelumnya sudah cukup lama bekerja di sebuah Perusahaan besar . Kalau melihat dari kegigihan, pengalaman, pendidikan, network dan ekpertisenya sudah tidak di ragukan lagi pokoknya .

Sebelum akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan mulai membangun bisnis sendiri . Sebetulnya waktu itu bidang bisnis yang di pilih sudah cukup tepat menurut pengamatan saya, malah terus berkembang, tetapi entah kenapa pada akhirnya terpaksa di tutup .

Terakhir, selalu pada saat kita lama tidak ketemu , selalu berganti jenis bisnisnya, dari mulai jaman wartel, counter hp, biro jasa , laundry , fotokopi + ATK dll .

Memang biasanya bisnis yang lagi mulai, pada awal berdirinya akan banyak menemui hal 2 umum seperti ini :

  1. Belum adanya penjualan yang berakibat aliran cashflownya tersendat
  2. Beban pengeluaran yang sudah pasti ( fixed cost )
  3. Masih terus mencari basis pelanggan yang tepat
  4. Pemilik yang masih terpaksa in-charge dalam operasional day per day, yang berakibat “melupakan “ inovasi serta strategi marketing
  5. Kurangnya dana cadangan untuk mencover biaya operasional tahap awal
  6. Kurangnya skill & pengetahuan tentang strategi bisnis si pemilik atau kurangnya pengetahuan tentang ciri khas kelemahan dari masing masing jenis / type bisnis ( critical point )
  7. Lemahnya Attitude serta karakter si pemilik dalam me-manage bisnisnya hubungannyadengan semua stake holder yang terkait ( Pelanggan, Suplier, Perbankan , Karyawan dll )
  8. Kurangnya disiplin, komitmen, persistensi, usaha & doa dalam membangun bisnis .

Hampir semua bisnis pada awalnya pasti akan mengalami masa-masa sulit seperti tersebut di atas, tinggal bagaimana kita sebagai pemilik untuk peka & menguasai point point kritis tersebut. Di dalam prosesnya , kita boleh boleh saja merubah “ Strategi “ tanpa perlu merubah, fokus dan target bisnis kita .


Salam sukses



Try Atmojo
Owner : www.raxzel.com
Follow me : www.twitter.com/TryAtmojo

Wednesday, January 20, 2010

Free Trade Agreement

Semenjak 01 Januari kemarin Indonesia telah memasuki era perjanjian perdagangan bebas dengan China dan Asean. Walaupun pembahasan ini telah berlangsung cukup lama, tetapi terkesan saat ini pemerintah merasa kedodoran, saling mengcounter pernyataan antar departemen, apalagi hampir sebagian menteri di departemen terkait berwajah baru .

Bagi beberapa pelaku usaha, berlakunya FTA ini menjadi perhatian cukup serius, tetapi ada juga yang menganggap masalah ini tidak begitu penting “Ah kita kan biasa bersaing mas, yang penting kita harus tetap optimis “ sahut beberapa teman yang sering ngobrol dengan saya.

Dalam industri clothing & distro yang notabene mengusung semangat produk lokal, kebijakan pasar bebas saat ini , dapat di lihat dari beberapa sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang menyambut positif ada juga yang menyambut dengan cemas.

Saya sempat diskusi banyak dengan beberapa supplier bahan kaos untuk clothing saya ( Raxzel )

“ wah pak, nanti bahan kaos bakalan lebih murah lagi dong “ tanya saya,

“ belum tentu mas, import bahan kaos seperti ini kan, seperti ada jaringannya yang memonopoli, betul sih lebih murah untuk importir langsung, tetapi kalau sudah di tangan kita juga itung2 annya juga sama aja “

Ada juga yang mengeluh seperti ini :

“ lho pak kok sepi pabriknya ? “ Tanya saya

“ sudah dari habis lebaran tahun kemarin pak, produksi saya stop dulu, habis kalau saya hitung2 lebih murah saya beli dari importer dari pada saya produksi sendiri, makanya sementara saya trading saja dulu , malah lebih cepat cashflownya dan nggak pusing lah .. he..hee, jadi pabrik sekarang saya jadikan gudang saja dulu “ cetusnya

Dampak langsung saat ini mungkin belum terasa, tetapi melihat & mencermati kebijakan yang di ambil pemerintah sepertinya jauh dari siap, tidak terkoordinasi apalagi di banding dengan negara-negara Asean yang lain.

Saya pribadi melihat dari sudut pandang perbankan, betapa bank bank kita ( walaupun bank BUMN ) mereka begitu “rakus” mematok suku bunga kredit sangat tinggi , yang masih berkisar di angka 14% jauh di banding dengan bunga kredit di negara lain yang hanya 4%. Bank bank di Indonesia menikmati Net Interest Margin (NIM ) yang cukup besar , bayangkan berapa margin dari selisih antara bunga deposito dan bunga kredit yang di jual …. Fantastis !!

Yang jelas & pasti, pengusaha2 kita membayar bunga jauh lebih mahal di banding Negara lain, yang berakibat produk kita juga tidak kompetitif di pasaran, belum lagi masalah pungli “ resmi “ yang berlabel peraturan daerah .

BI sebagai otoritas moneter sepertinya nggak punya gigi untuk “menekan” bank untuk segera menurunkan suku bunga kredit . Ditambah lagi hampir semua bank-bank swasta telah menjadi milik asing yang lebih suka menyalurkan kredit konsumtif seperti kartu kredit, KTA dll. Tidak salah memang kalau bank asing selalu mengincar bank-bank di Indonesia yang akan di jual termasuk BPR. Baru sekarang di ributkan soal tidak berjalannya asas “reciprocal” di mana bank asing sangat leluasa untuk berekpansi di Indonesia, sementara bank dari Indonesia sangat sulit untuk membuka cabang di Negara lain .. hmm … ironis sekali 

Memang tidak ada kata lain bagi kita untuk tetap siap menghadapi liberalisasi perdagangan saat ini, UKM2 Indonesia terkenal sangat ulet, tahan banting dan inovatif, biar pemerintah yang mengurusi hal2 itu.

Business must go on

Try Atmojo
owner : www.raxzel.com

Monday, January 11, 2010

Efektifitas event sale

Hampir setiap akhir pekan ,nyaris semua koran menampilkan iklan satu halaman full color, produk produk sale dari berbagai hypermarket, dari mulai produk sehari hari seperti beras, minyak goreng sampai dengan produk elektronik hi tech seperti LCD atau gadget tertentu.

Seberapa sering sih sebetulnya perlu mengadakan event Sale seperti itu ? Mungkin untuk retailer2 raksasa seprti itu hampir tidak ada masalah,disamping jenis barangnya lengkap dan bervariasi dari fast moving sampai dengan barang2 yang hanya sesekali di beli dlm seumur hidup.

Tetapi dalam industri retail lain yang berbeda, mungkin akan sangat tidak efektif apabila event sale seperti itu terlalu sering di selenggarakan.

Kita perlu melihat life cycle pembelian produk yang kita jual, yaitu kebiasaan pembelian customner dari pembelian satu ke pembelian berikutnya, apabila rentang waktunya cukup lama, maka event sale yang terlalu vulgar dan berulang ulang akan sangat tidak efektif, yang pada akhirnya dapat menurunkan image toko kita.

Apalagi dalam industri retail fashion ( distro ) khususnya :-) semakin kita sering mengadakan event sale yang rutin dan berulang ulang apalagi dengan promosi yang berlebihan, akan sangat terasa sekali terhadap image brand atau toko kita dalam jangka panjang.

Dari bebrapa pengalaman saya sendiri, ada beberapa hal yang selalu di pertimbangkan sebelum memutuskan untuk mengadakan event sale :

1. Hanya event2 special, misalnya grand opening, end Year dll

2. Perencanaan yang tepat, dari mulai strategi promosi
sampai dengan target2 yang harus di capai

3. Berorientasi jangka panjang, tidak harus melulu dan memaksakan event apabila
tidak dengan perencanaan yang matang.


Salam sukses

Try Atmojo
Owner : www.raxzel.com

Sunday, November 22, 2009

Resensi Tuhan Sang Penggoda

“Anda yang masih bimbang menentukan tujuan hidup, anda yang sudah punya tujuan hidup tetapi belum berhasil atau anda yang merasa sudah melakukan apapun untuk sukses tapi ternyata belum beranjak ke mana-mana buku ini di takdirkan untuk anda “
demikian tulisan pada sampul buku ini,

Tadinya saya membayangkan isi buku ini,begitu berat, filosofis atau bahkan mungkin malah “menggurui” , tapi ternyata dugaan saya salah total, begitu saya mulai dari lembar pertama serasa saya mengikuti sebuah proses menjalani kehidupan yang real, apa adanya . Ya …. proses seseorang dalam mengisi dan berusaha menyempurnakan apa makna hidup ini.

Buku ini bercerita tentang proses perjalanan seorang Arif Budiman dari orang “ndeso” hingga sekarang menjadi founder sekaligus Direktur PT. Petak Umpet salah satu Creative Agency terbesar di tanah air. Seperti bentuk diary kehidupan universal yang setiap orang kebanyakan mungkin selalu mengalaminya, menjalani kehidupan dengan sederhana atau “mbanyu mili “ tetapi tetap dalam bingkai prinsip dan sebuah impian besar yang selalu menjaga dan memandunya. Mimpi besar yang masih selalu memberinya semangat, antusiasme dan melahirkan ide-ide segar

Sebuah cerita kehidupan yang memberi kita gambaran sekaligus pelajaran, betapa hidup ini sebetulnya bisa di jalani dengan ringan, tidak mbulet, tinggal bagaimana kita melihatnya, karena yang sering terjadi (bahkan kita sendiri sadar) sebetulnya apa sih tujuan hidup kita ? pertanyaan yang sulit di jawab, jawabannya kadang hanya “normatif” saja. Kita selalu sering menyalahkan keadaan, selalu berpikir “ linier ” tidak berani mencoba berbeda ( merasa berdosa kalau beda ) dan hal hal tersebut terbawa sampai dalam wilayah pergaulan sosial,berbisnis bahkan secara tidak sadar kita tularkan ke anak-anak kita.

Saya percaya dengan kekuatan mimpi, dan saya melihat hanya sedikit orang yang berani bermimpi besar dengan very very clear, bahkan selalu di-declare-kan, salah satu orang tersebut adalah Arief Budiman untuk menjadikan perusahaannya PetakUmpet menjadi The Most Admired Company in The World dan jadi cover di Fortune Magazine.
Saya selalu tergelitik dengan taglinenya “ good is not enough “ kata kata yang lucu sekaligus mempunyai semangat dan energi luar biasa untuk menciptakan hal –hal baru, creative dan think out of the box.

Recommended for reading .. !

Try Atmojo
Owner : www.raxzel.com

Wednesday, November 4, 2009

Era “ Wikinomics “ siapkah kita berkompetisi ?


Buku yang telah lama masuk dan keluar dari tas saya , keluar masuk dashboard mobil….. sampai kusut ( maklum buku yang nggak selesai-selesai di baca  )

Buku ini begitu menarik perhatian saya, membahas tentang perubahan perilaku manusia dan perusahaan dalam cara berbisnis, bersosial sebagai konsekuensi dari pesatnya perkembangan tehnologi.

Era web 2.0 merubah banyak perusahaan, bagaimana sebuah perusahaan mulai memikirkan, merancang, membangun dan mendistribusikan barang dan jasa dengan cara-cara baru yang inovatif dan menarik, dengan biaya yang semakin murah, dan inovasi yang semakin tinggi.

Perubahan besar dalam teknologi, demografi dan ekonomi global telah mampu membentuk kekuatan produk jenis baru, dengan tenaga tenaga riset handal yang tersedia hampir ada di pelosok bumi, telah melahirkan peluang – peluang baru, jutaan orang kini telah menggunakan blog, jurnal pribadi/chat dll, mereka saling berdiskusi mengkolaborasi ide tanpa ada lagi batasan negara dan bahasa dg Google Translate

Dunia adalah divisi riset anda

Membuka diri terhadap arus ide dan gagasan yang bertebaran di mana-mana, divisi R & D tidak lagi menjadi sebuah divisi yang exclusive, monopoli pengetahuan dalam ekonomi industri mungkin akan segera berakhir. Perusahaan dapat mencari,menggali, memfasilitasi gagasan2 tersebut, sehingga membentuk keterhubungan antar mereka dan mentransfer gagasan tersebut secara internal.

Pasar dunia tentang gagasan dan ide sudah banyak terbentuk seperti Innocentive di mana di situ terjadi interaksi antara pencari gagasan ( seeker ) bertemu dengan penyedia gagasan ( solver ). bersama membentuk co-creation dengan platform penghubung dalam menjalankan proses pengembangan dan riset perusahaan.

Bagaimana sebuah perusahaan tambang di Kanada Goldcorp Inc yang sedang di ambang kebangkrutan mampu bangkit kembali, hanya dengan menerapkan gagasan yang tidak lazim dan “gila”. Adalah McEwen memberi gagasan untuk meng “opensource” kan data-data penting dan eclusive geologinya, memasukan ke dalam file dan mengungkapkannya pada dunia. Tantangan GoldCorp ini di sambut sangat antusias oleh partisipan. Dengan hadiah sebesar $ 575.000 bagi partisipan yang mampu memberikan metode dan estimasi titik cadangan emas di tambangnya.

Dalam tempo singkat kontes ini menyebar di internet, dan lebih dari 1000 prospektor dari lebih 50 negara ikut terlibat di dalam kontes ini. Para kontestan telah mengidentifikasi temuan2 baru, yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh ahli geologi GoldCorp sendiri, faktanya lebih dari 80% hasil kontes tersebut telah menghasilkan lebih dari 8 juta ounces emas !

Procter & Gamble telah sukses juga membangun hubungan dinamis berdasarkan kepercayaan dengan kolaborator global untuk mebentuk ekosistem bisnis yang lebih luas, lebih dinamis dan inovatif.

Buku Wikinomics ini sebagai hasil riset senilai $ 9 juta yang di pimpin oleh
Don Tapscott menunjukkan bagaimana semua orang dapat berpartisipasi dalam perekonomian, menciptakan berita, meremiks music, merancang piranti lunak, membuat ramuan obat baru, mengedit ensiklopedia, menjual gagasan dan lain lain

Buku ini sangat menarik, bagaimana kita memandang jauh ke depan, mengantisipasi perubahan, merancang strategi baru dalam menghadapi arus dinamika tehnologi saat ini, karena menurut Don Tapscott kita hanya ada 2 pilihan : Berubah atau Mati.

Siapkah kita ??


Try Atmojo

owner : www.raxzel.com

Tuesday, October 20, 2009

Jadi Investor

“Investor” sebutan yang keren… ya..mungkin hampir sebagian orang sebetulnya adalah investor. Kita nabung di bank pada hakekatnya adalah investor, Cuma investasi type ini sangat kecil returnnya rata rata hanya 3% per tahun, selalu kalah tergerus oleh inflasi yang rata-rata 6 % (y.o.y)

Lalu apa sih yang mesti kita tahu untuk menjadi investor ? Banyak teman saya yang sampai saat ini sudah kapok dan alergi kalau mendengar kata-kata “ investasi “ karena beberapa pengalaman mereka yang habis uangnya karena tergiur dengan janji2 muluk imbal hasilnya 

Tetapi ada juga teman yang selalu bersemangat, jika di ajak diskusi atau ada tawaran untuk berinvestasi, karena mereka sudah tahu mana yang investasi yang aman, dan mana yang “bodong” seperti yang terjadi di PT.QSAR dulu.

1. Tetapkan tujuan investasi

Sebelum anda memutuskan untuk investasi, pastikan dulu apa sebetulnya TUJUAN UTAMA kita untuk investasi, jangan hanya ikut-ikutan. Pada umumnya kita punya tujuan berinvestasi untuk :

• Persiapan masa tua. Ya biasanya makin tua usia makin tidak produktif dan semakin besar cost untuk menjaga kesehatan . Masih mending kalau yang mempuntyai tunjangan pensiun, lha kalau wiraswasta ? berarti kita harus persiapkan sendiri rencana dana pensiunnya.

• Meningkatkan pendapatan. Mengembang biakkan dana, untuk berbagai kebutuhan atau membackup kebutuhan dan perkembangan bisnis

• Persiapan dana pendidikan, dana pendidikan terus mengalami kenaikan seiring dengan besarnya inflasi, kita mesti jeli menghitung “present value dengan “future value”. Bahkan kalau di hitung-hitung, dengan kiita hidup di Indonesia, hampir sebagian besar pendapatan kita tersedot utntuk : Biaya kesehatan, pendidikan, biaya hidup

2. Menentukan Rencana Investasi


Buat rencana bentuk investasi yang paling cocok buat anda, dari mulai tujuan, target pencapaian serta resiko apa saja yang siap kita ambil. Semakin detail anda merencanakan, akan semakin mudah untuk mengelolanya.

3. Type apa anda ?

Setiap orang berbeda-beda dalam memilih investasi, apakah kita cenderung agresif, atau konvensional ? pilihan tersebut selalu terkait dengan besaran resiko yang siap kita hadapi, apabila terjadi sesuatu hal.

4. Menentukan Produk Investasi

Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi produk investasi apa yang akan digunakan dengan melihat potensi hasil dan resiko dari setiap produk investasi yang akan digunakan. Kumpulkan semua informasinya terlebih dahulu, pelajari dengan seksama produk investasi tersebut . Berhati-hatilah dalam memilih produk investasi, karena ini penting dalam kesuksesan investasi Anda.

5. Diversifikasi

Untuk mencapai berbagai tujuan investasi, Investor membangun sebuah portofolio yang berisi berbagai produk investasi. Diversifikasi adalah kunci dalam menyusun portofolio agar hasil yang diperoleh maksimal namun memiliki resiko yang minimal. Jika ada produk investasi yang turun, harus ada produk investai lain yang naik. Berinvestasilah di berbagai jenis investasi dan banyak jangka waktu.

6. Mengelola Portofolio.

Keberhasilan dalam mengelola portofolio bukan dilihat dari hasil yang diperoleh, namun dari cara orang tersebut mengendalikan resiko. Jika portofolio yang telah disusun hasilnya bergeser dari tujuan awal, rubahlah isi portofolio Anda agar tetap konsisten dalam tujuan investasi. Pastikan Anda memiliki alasan yang tepat dalam melakukan penjualan atau pembelian.

Selain itu sesuaikan juga dengan karakter pribadi anda dalam berinvestasi, apakah anda type yg nggak mau repot atau anda type yg sedikit pengen tahu sekaligus belajar berinvestasi / berbisnis, karena investasi juga tidak hanya sekedar di sektor keuangan ( saham,reksadana, emas dll ) tetapi ada juga yg lebih suka di properti/tanah/kost2an, atau juga menanamkam investasi di sektor bisnis teman/famili, misal nitip modal sekaligus bantu teman di bisnis handphone atau toko Busana Muslim

 Jika ada yang bertanya kapan saat yang tepat untuk memulai berinvestasi, jawabannya adalah sekarang.
Apa saja sih jenis-jenis investasi berikut dengan tingkatan resikonya ? tulisan nanti berikutnya kalau sudah sempat :-)


Selamat datang Investor !


Try Atmojo

owner : www.raxzel.com

Tuesday, October 13, 2009

Wanted ! Kepala Toko yg Ideal

Bisnis retail, terutama retail fashion (distro) sebagai ujung paling depan lini penjualan produk produk clothing sangat memerlukan seseorang kepala toko ( store manager ) yang handal, berdedikasi, sales oriented dll

Seorang kepala toko, adalah orang yang langsung memimpin teamnya dalam melayani customer, mencapai target , menjaga image , membangun relasi customer dll.
Memang gampang – gampang susah mencari orang dengan kriteria seperti ini , pengalaman saya sendiri untuk posisi seperti ini sering bongkar pasang 

Apa saja syarat minimal seorang kepala toko :

1. Mampu memimpin team

Walaupun di lingkungan toko tidak banyak jumlah karyawannya, bisa jadi mungkin hanya 3 atau 5 orang saja. Akan tetapi dia harus mampu me-manage teamnya, dari mulai menjaga disiplin kerja, menjalankan S.O.P , laporan penjualan dan keuangan toko, pelayanan customer, mengatur schedule kerja, memotivasi teamnya dll.

2. Berorientasi pada target penjualan

Sebagai lini depan penjualan, kepala toko wajib mengkomunikasikan angka2 target yang di tetapkan perusahaan kepada teamnya tanpa kecuali, serta intens memonitor hasilnya. Mempunyai system dan strategi sendiri untuk mencapainya.

3. Menguasai manajemen Inventory & Merchandising

Ilmu wajib yang harus di kuasai bagi kepala toko adalah manajemen barang. Bagaimana dia mengatur kebutuhan barang, menghitung perputaran, jeli melihat barang mana yang fast moving dan mana yang slow moving atau dead stock. Sehingga mampu menekan cost dan menjaga fleksibelitas pembayaran ke supplier. Membuat schedule & laporan rutin posisi stock barang ( stock opname ).

Selain itu kepala toko juga harus mampu menguasai bagaimana menempatkan/display barang, assortmen, sehingga atmosfir dan suasana toko terlihat nyaman, lengkap dan menyenagkan bagi customer.

4. Membangun relasi & Marketing

Membuat aktifitas dalam menarik customer, berpromosi, berinteraksi serta menjaga hubungan baik dg customer dan lingkungan sekitarnya. Bisa juga dengan menyusun database customer, meminta masukan tentang keadaan toko, barang dan lain-lain.
Menciptakan penampilan toko yang menarik, bersih,nyaman, eye catching sehingga calon customer tertarik untuk datang.

5. Menguasai Negotiation skill

Mampu dan luwes dalam negosiasi baik dengan supplier atau dengan pihak lain ( misalnya join promotion, membuat perjanjian consignment barang dll ) Sehingga dapat meningkatkan sales/margin, meringankan cash flow atau menekan biaya.

6. Administrasi

Administrasi walaupun kelihatannya sepele namun bila tidak ditangani dengan baik dapat merugikan toko, karena rata-rata 20% kehilangan barang, bersumber dari penaganan administratasi yang kurang baik. Jadi selalu terapkan 1 day administration, artinya tidak ada kegiatan administrasi yang ditunda sampai hari esok, semuanya harus selesai pada hari itu juga.

Percuma juga salesnya tinggi tetapi angka kehilangannya barangnya juga tinggi.
Kepala toko harus menguasai area toko, area yang rawan tindak pencurian dari customer, atau kebiasaan2 karyawan yang dapat menimbulkan kehilangan barang, mengingat bisnis retail fashion memangae ratusan bahkan ribuan artikel & varian produk


7. Mempunyai commonsense yang tinggi

Kepala toko harus selalu cepat tanggap dalam merespon segala permasalahan yang ada di toko, baik menyangkut masalah karyawan, operasional took, customer, supplier maupun pihak external lainnya . Jangan menunda masalah, seandainya bisa selesaikan segera kenapa harus ditunda.

Betapa idealnya mempunyai Kepala toko seperti itu , akan tetapi memang tidak mudah membentuk karakter2 tersebut, perlu waktu, pelatihan intensif, komitmen dan kesabaran kita sebagai owner.

O ya ada yang tertarik mau melamar posisi tersebut ?? silahkan email CV nya ke : try_atmojo@yahoo.com

Salam sukses

www.tryatmojo.com
www.tryatmojo.wordpress.com
www.posterous.com/tryatmojo

Sunday, October 4, 2009

Tips : Bagaimana memilih lokasi usaha/toko ?

Pertanyaan2 seperti hampir sering di sampaikan ke saya baik ngobrol, chating ataupun via email. Memang utk sebagian orang yang sudah lama menekuni usaha retail terutama, pemilihan lokasi mungkin bukan hal yang terlalu sulit, akan tetapi buat yang baru mau terjun pertama kali membuka toko biasanya pemilihan lokasi akan sangat hati2 penuh pertimbangan, ragu bahkan saking lamanya berpikir, tiba2 malah keduluan di ambil orang atau bahkan mungkin kalah duluan dengan pesaing kita :-)

Bagaimana sih sebaiknya memilih lokasi toko/distro, faktor2 apa saja yang perlu di perhatikan dalam menentukan lokasi toko. Pengalaman saya sendiri pribadi dalam menentukan lokasi distro,tidak semua tepat, ada yang salah bahkan ada juga dalam waktu 8 bulan ada yang langsung saya tutup karena sepi pengunjung :-( .

1. Dekat dengan target market.

Pastikan siapa target market produk anda, apakah utk kalangan tertentu, umur tertentu
Atau mungkin lebih spesifik lagi. Satu nilai tambah untuk toko anda, bisa menjangkau market lebih dekat, sehingga customer lebih mudah untuk mengunjungi,lebih hemat waktu serta biaya bagi customer.

2. Gampang terlihat ( viewable )

Bisnis retail, apalagi distro fashion lokasi yg strategis dan gampang di lihat, akan sangat memudahkan menarik customer dan meminimalisir biaya promosi (pengenalan lokasi misalnya)
Apalagi ditambah dengan papan nama/signage yg mencolok, unik sekaligus eye catching.

3. Traffic

Arus lalu lalang orang atau kendaraan.. Untuk konsep toko atau distro yang menganut konsep Independent Store. ( Berdiri sendiri di luar komplek pertokoan, pusat perbelanjaan, mall ). Kepadatan traffic akan berpengaruh terhadap pengunjung toko.

4. Akses

Penting juga di perhatikan arus lalu lintas apakah satu arah atau dua arah, apakah letak toko kita ada pada sisi arah orang pulang beraktifitas atau arah berangkat orang beraktifitas. Bagaimana customer mudah mengakses menuju toko kita, apakah ada median jalan sehingga perlu memutar balik apabila menggunakan kendaraan.

5. Sharing area atau monopoli area

Pertimbangan pemilihan lokasi seperti ini, sama sama mempunyai resiko.

Sharing area :

Adalah lokasi yang kita pilh dengan alasan di lokasi tersebut sudah ada toko sejenis atau kompetitor, otomatis resiko memilih .lokasi seperti ini kita sudah siap utk berkompetisi dalam segala hal. Akan tetapi keuntungannya kita masuk di area yang sudah pasti ada market,tidak perlu mensurvei lagi, selain itu kita tidak perlu mengedukasi pasar lagi.

Monopoli area :

Kita memilih lokasi yang benar2 belum ada pesaing, dengan resiko kita harus mengeluarkan biaya ektra utk mempromosikan toko kita, perlu effort waktu dan biaya. Akan tetapi karena kita sendiri ada di area tersebut, maka kita akan lebih leluasa utk menetapkan harga, menikmati margin karena relatif tidak ada kompetitor.

6. Biaya sewa

Lokasi toko yang strategis otomatis mempunyai harga sewa yang tinggi.
Bagaimana kalau selisih harganya dengan lokasi lain yang kurang strategis cukup besar ?? Sepanjang selisih harganya masih tercover dengan potensi yang akan di dapat, lebih baik memang memilih tempat yang strategis walaupun harga akuisisinya lebih mahal.

7. Legalitas

Aspek legal wajib diperhatikan, jangan sampai mengabaikan hal ini, terlalu beresiko apabila kita sudah memutuskan memilih lokasi tetapi di kemudian hari bermasalah secara dalam hal perijinan, regulasi kawasan serta lingkungan sekitar.

8. Lingkungan sekitar

Jenis usaha di kanan kiri toko kita akan sedikit berpengaruh terhadap image dan tidak langsung mempengaruhi minat kunjungan customer. Contoh : distro akan lebih cocok di deretan usaha warnet, game, cafe terlalu memaksakan diri apabila samping distro ada bengkel motor, toko bangunan :-(


Terlepas dari hal hal tersebut di atas, faktor insting bisnis sedikit banyak akan sangat berpengaruh dalam hal memilih lokasi tempat usaha/toko. Semakin kita sering menjalaninya akan semakin mudah kita untuk memilih lokasi mana yang paling cocok, sehingga meminimalisir kerugian investasi di kemudian hari.

Selamat hunting lokasi !

Try Atmojo


www.raxzel.com
www.tryatmojo.com
www.tryatmojo.wordpress.com
Email ; try_atmojo@yahoo.com

Wednesday, September 30, 2009

How to getting on The Net-Generation Culture

A new youth culture, one that involves more than just the pop culture of music, MTV and the movies, is emerging out of N-Gen’s use of interactive media. It also involves the experience of being part of the largest generation in the world. We should pay attention to this culture which will very soon create the workplace and the society of tomorrow

1. Strong Independence
The typical N-Gener has a strong sense of independence & autonomy. N-Gen’s unprecedented access to information also gives them the power to acquire the knowledge necessary to confront information they feel may not be correct.
2. Emotional and Intellectual Openness
When N-Geners go online they expose themselves. They will maintain online journals and post their innermost thoughts on a Web page or in a chat room. A strong online example of N-Geners’ openness is The Diary Project where young people around the world contribute their thoughts, feelings, experiences and aspirations.
3. Inclusion
N-Geners are moving toward greater social inclusion with technology, not exclusion. Their creative processes show a move toward global orientation in all of their activities. Check out a virtual community of about 30,000 N-Geners at Freezone.
4. Free Expression and Strong Views
Being exposed to a lot of information on the Internet is to their benefit, insists N-Gen, and is a key element of the Internet’s appeal and usefulness. This issue is discussed in The Generation Lap.
5. Innovation
N-Geners live and breathe innovation, constantly looking for ways to do things better. These expectations of constant change and the ability to build or construct experiences have implications in our discussion of N-Gen Thinking and the education of N-Gen in N-Gen Learning.
6. Preoccupation with Maturity
The changing nature of childhood makes itself most obvious when N-Geners are contrasted with the baby boomers who, as a generation, have spent their lives obsessed with being youthful. N-Geners insist that they are more mature than adults expect.
7. Investigations
When it comes to technology, N-Gen’s initial focus is not how it works but how to work it. It is important for children to understand the assumptions inherent in software and to feel empowered to change those assumptions.

When the Internet first became popular, one of the joys of surfing was never knowing what site you could end up at next. Search engines like Yahooligans have contributed to ending that level of mystery and uncertainty.

1. Immediacy Interactivity and the speed of the Net have greatly increased the process of communicating. What used to take days or weeks, now takes seconds.
2. Sensitivity to Corporate InterestN-Geners feel that much of the broadcasting material they see on television is there to satisfy corporate agendas. However, on the Internet there has been such a flurry of creation involving so many people working in home-grown cottage industries, that there is even more intense sensitivity to corporate interest.
3. Authentication and TrustBecause of the anonymity, accessibility, diversity, and ubiquity of the Net, children must continually authenticate what they see or hear. Many sites provide inaccurate, invalid and even deceptive information. Pranksters spread false rumours. Who can the child trust? What sources of information are valid? Authentication of everything is required to establish trust.
The proliferation of Internet hoaxes spread via e-mail has often been used to emphasize the inherent weakness of the Net. Don’t Spread That Hoax! is one site that gives credence to that question.

Source :

Title: Growing Up Digital: The Rise of the Net Generation
Author Don Tapscott
Publisher: McGraw-Hill, New York
ISBN: 0-07-063361-4

Peringatan awal positioning bisnis anda harus di rubah

1. Munculnya industri baru

2. Pesaing baru mulai bermunculan

3. Perubahan positioning pesaing utama

4. Kebangkitan pelanggan baru ( perubahan selera konsumen )

5. Tekhnologi baru, yg bisa merubah landsekap bisnis anda

6. Berkurangnya market share pada produk utama anda

7. Munculnya model bisnis dan manajemen baru

8. Margin laba semakin tertekan

9. Merosotnya cash flow

10. Merosotnya kepuasan pelanggan

11. Pelanggan mulai pindah ke produk lain

* by Ram Charan : Know How