Showing posts with label Clothing. Show all posts
Showing posts with label Clothing. Show all posts

Thursday, April 22, 2010

Belajar lagi


“Banyak hal yang harus di lakukan dan di rubah cara berpikir kamu , kalau kamu mau menjadi entrepreneur hebat “ itu salah satu hal yang saya dapat dalam session coaching dengan seorang Senior Expert dari PUM Netherland sebuah lembaga nirlaba ( Belanda )


Selama kurang lebih 12 hari sang “meneer” tersebut memberikan pelatihan, dia sangat expert di bidangnya, ( fashion retail, branding, manajemen, marketing dll ) dengan pengalaman lebih dari 34 tahun menangani perusahaan chain retail fashion di daratan Eropa yang mengoperasikan lebih dari 1000 toko.


Ya .. saya termasuk yang beruntung, dari beberapa beberapa aplikasi yang masuk , perusahaan saya RAXZEL terpilih untuk di berikan coach secara gratis oleh mereka, padahal kalau harus bayar, woow .. mungkin belum sanggup, mereka di bayar sangat mahal di negaranya, hampir 1500 euro per jamnya.

Saya sendiri merasa bahwa bisnis yang saya jalankan saat ini masih banyak yang harus di perbaiki, baik dari sisi operasi retailnya ( distro ) sampai dengan masalah brandingnya ( RAXZEL )


Dari bagaimana menghitung inventory turn over, stock efficiency, menghitung benchmark ( store efficiency analysis ) , leadership , strategy marketing, positioning, building brand, binis plan, visual merchandising sampai tools 2 yang harus di buat secara periodik untuk memonitor dan mengevaluasi semua proses bisnis.


Terakhir sang meneer bilang :

“ ini saya yakin semua kamu sudah tahu, Cuma mungkin hanya ada di kepala kamu saja, jadi kamu perlu membuat semuanya mudah kamu kontrol, dan semua team yang terlibat, pastikan mereka mengarah ke sana “.


“karena kebanyakan pebisnis muda seperti kamu, pengennya cepat, tetapi mungkin tidak sadar, bahwa kamu merasa sudah berlari cepat tetapi ternyata tidak kemana2 hanya jalan di tempat saja “


Demmmm !!! Siapp .. laksanakan !!


Try Atmojo


owner : www.raxzel.com

twitter : www.twitter.com/tryatmojo

Thursday, February 4, 2010

8 Hal Penyebab Utama Gagalnya Start Up Bisnis

Saya punya seorang teman yang sudah lama saya kenal, teman saya satu ini, sebelumnya sudah cukup lama bekerja di sebuah Perusahaan besar . Kalau melihat dari kegigihan, pengalaman, pendidikan, network dan ekpertisenya sudah tidak di ragukan lagi pokoknya .

Sebelum akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan mulai membangun bisnis sendiri . Sebetulnya waktu itu bidang bisnis yang di pilih sudah cukup tepat menurut pengamatan saya, malah terus berkembang, tetapi entah kenapa pada akhirnya terpaksa di tutup .

Terakhir, selalu pada saat kita lama tidak ketemu , selalu berganti jenis bisnisnya, dari mulai jaman wartel, counter hp, biro jasa , laundry , fotokopi + ATK dll .

Memang biasanya bisnis yang lagi mulai, pada awal berdirinya akan banyak menemui hal 2 umum seperti ini :

  1. Belum adanya penjualan yang berakibat aliran cashflownya tersendat
  2. Beban pengeluaran yang sudah pasti ( fixed cost )
  3. Masih terus mencari basis pelanggan yang tepat
  4. Pemilik yang masih terpaksa in-charge dalam operasional day per day, yang berakibat “melupakan “ inovasi serta strategi marketing
  5. Kurangnya dana cadangan untuk mencover biaya operasional tahap awal
  6. Kurangnya skill & pengetahuan tentang strategi bisnis si pemilik atau kurangnya pengetahuan tentang ciri khas kelemahan dari masing masing jenis / type bisnis ( critical point )
  7. Lemahnya Attitude serta karakter si pemilik dalam me-manage bisnisnya hubungannyadengan semua stake holder yang terkait ( Pelanggan, Suplier, Perbankan , Karyawan dll )
  8. Kurangnya disiplin, komitmen, persistensi, usaha & doa dalam membangun bisnis .

Hampir semua bisnis pada awalnya pasti akan mengalami masa-masa sulit seperti tersebut di atas, tinggal bagaimana kita sebagai pemilik untuk peka & menguasai point point kritis tersebut. Di dalam prosesnya , kita boleh boleh saja merubah “ Strategi “ tanpa perlu merubah, fokus dan target bisnis kita .


Salam sukses



Try Atmojo
Owner : www.raxzel.com
Follow me : www.twitter.com/TryAtmojo

Wednesday, January 20, 2010

Free Trade Agreement

Semenjak 01 Januari kemarin Indonesia telah memasuki era perjanjian perdagangan bebas dengan China dan Asean. Walaupun pembahasan ini telah berlangsung cukup lama, tetapi terkesan saat ini pemerintah merasa kedodoran, saling mengcounter pernyataan antar departemen, apalagi hampir sebagian menteri di departemen terkait berwajah baru .

Bagi beberapa pelaku usaha, berlakunya FTA ini menjadi perhatian cukup serius, tetapi ada juga yang menganggap masalah ini tidak begitu penting “Ah kita kan biasa bersaing mas, yang penting kita harus tetap optimis “ sahut beberapa teman yang sering ngobrol dengan saya.

Dalam industri clothing & distro yang notabene mengusung semangat produk lokal, kebijakan pasar bebas saat ini , dapat di lihat dari beberapa sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang menyambut positif ada juga yang menyambut dengan cemas.

Saya sempat diskusi banyak dengan beberapa supplier bahan kaos untuk clothing saya ( Raxzel )

“ wah pak, nanti bahan kaos bakalan lebih murah lagi dong “ tanya saya,

“ belum tentu mas, import bahan kaos seperti ini kan, seperti ada jaringannya yang memonopoli, betul sih lebih murah untuk importir langsung, tetapi kalau sudah di tangan kita juga itung2 annya juga sama aja “

Ada juga yang mengeluh seperti ini :

“ lho pak kok sepi pabriknya ? “ Tanya saya

“ sudah dari habis lebaran tahun kemarin pak, produksi saya stop dulu, habis kalau saya hitung2 lebih murah saya beli dari importer dari pada saya produksi sendiri, makanya sementara saya trading saja dulu , malah lebih cepat cashflownya dan nggak pusing lah .. he..hee, jadi pabrik sekarang saya jadikan gudang saja dulu “ cetusnya

Dampak langsung saat ini mungkin belum terasa, tetapi melihat & mencermati kebijakan yang di ambil pemerintah sepertinya jauh dari siap, tidak terkoordinasi apalagi di banding dengan negara-negara Asean yang lain.

Saya pribadi melihat dari sudut pandang perbankan, betapa bank bank kita ( walaupun bank BUMN ) mereka begitu “rakus” mematok suku bunga kredit sangat tinggi , yang masih berkisar di angka 14% jauh di banding dengan bunga kredit di negara lain yang hanya 4%. Bank bank di Indonesia menikmati Net Interest Margin (NIM ) yang cukup besar , bayangkan berapa margin dari selisih antara bunga deposito dan bunga kredit yang di jual …. Fantastis !!

Yang jelas & pasti, pengusaha2 kita membayar bunga jauh lebih mahal di banding Negara lain, yang berakibat produk kita juga tidak kompetitif di pasaran, belum lagi masalah pungli “ resmi “ yang berlabel peraturan daerah .

BI sebagai otoritas moneter sepertinya nggak punya gigi untuk “menekan” bank untuk segera menurunkan suku bunga kredit . Ditambah lagi hampir semua bank-bank swasta telah menjadi milik asing yang lebih suka menyalurkan kredit konsumtif seperti kartu kredit, KTA dll. Tidak salah memang kalau bank asing selalu mengincar bank-bank di Indonesia yang akan di jual termasuk BPR. Baru sekarang di ributkan soal tidak berjalannya asas “reciprocal” di mana bank asing sangat leluasa untuk berekpansi di Indonesia, sementara bank dari Indonesia sangat sulit untuk membuka cabang di Negara lain .. hmm … ironis sekali 

Memang tidak ada kata lain bagi kita untuk tetap siap menghadapi liberalisasi perdagangan saat ini, UKM2 Indonesia terkenal sangat ulet, tahan banting dan inovatif, biar pemerintah yang mengurusi hal2 itu.

Business must go on

Try Atmojo
owner : www.raxzel.com

Monday, January 11, 2010

Efektifitas event sale

Hampir setiap akhir pekan ,nyaris semua koran menampilkan iklan satu halaman full color, produk produk sale dari berbagai hypermarket, dari mulai produk sehari hari seperti beras, minyak goreng sampai dengan produk elektronik hi tech seperti LCD atau gadget tertentu.

Seberapa sering sih sebetulnya perlu mengadakan event Sale seperti itu ? Mungkin untuk retailer2 raksasa seprti itu hampir tidak ada masalah,disamping jenis barangnya lengkap dan bervariasi dari fast moving sampai dengan barang2 yang hanya sesekali di beli dlm seumur hidup.

Tetapi dalam industri retail lain yang berbeda, mungkin akan sangat tidak efektif apabila event sale seperti itu terlalu sering di selenggarakan.

Kita perlu melihat life cycle pembelian produk yang kita jual, yaitu kebiasaan pembelian customner dari pembelian satu ke pembelian berikutnya, apabila rentang waktunya cukup lama, maka event sale yang terlalu vulgar dan berulang ulang akan sangat tidak efektif, yang pada akhirnya dapat menurunkan image toko kita.

Apalagi dalam industri retail fashion ( distro ) khususnya :-) semakin kita sering mengadakan event sale yang rutin dan berulang ulang apalagi dengan promosi yang berlebihan, akan sangat terasa sekali terhadap image brand atau toko kita dalam jangka panjang.

Dari bebrapa pengalaman saya sendiri, ada beberapa hal yang selalu di pertimbangkan sebelum memutuskan untuk mengadakan event sale :

1. Hanya event2 special, misalnya grand opening, end Year dll

2. Perencanaan yang tepat, dari mulai strategi promosi
sampai dengan target2 yang harus di capai

3. Berorientasi jangka panjang, tidak harus melulu dan memaksakan event apabila
tidak dengan perencanaan yang matang.


Salam sukses

Try Atmojo
Owner : www.raxzel.com

Sunday, December 27, 2009

Indie Clothing Expo Surabaya

Akhirnya gelaran Indie Clothing Expo Surabaya terlaksana dengan sukses , tepatnya di Gramedia Expo Surabaya 18 – 20 Desember 2009. Puluhan brand/label clothing ikut meramaikan event akhir tahun ini diantaranya datang dari Bandung ( Ouval, UNKL347, Invictus ,Scremous dll ) Jakarta ( Raxzel, Tendencies, Noin Brand ) Yogyakarta selain dari beberapa brand arek Surabaya sendiri.

Antusiasme pecinta produk distro arek Surabaya sendiri cukup heboh, terbukti dari jumlah pengunjung selama tiga hari berturut-turut tidak pernah sepi, walaupun cuaca mendung dan hujan deras pada hari penutupan, tetapi tidak menyurutkan pengunjung untuk datang dan berbelanja, apalagi hampir semua brand mengadakan sale habis2an menjelang tutup tahun .

Melihat banyaknya pengunjung, akhirnya selama dua hari terakhir, acara di buka sampai dengan pukul 24.00 WIB

Selain menampilkan produk clothing, ada juga pemutaran film2 Indie di sertai dengan workshop tentang bagaimana membuat film indie , tidak ketinggalan pula di ramaikan dengan penampilan komunitas low rider Surabaya, performing band : Koil , White shoes and the couple company serta band2 lain.

Secara keseluruhan event ini berlangsung cukup meriah, dengan kerjasama antara Kick dan Dyandra Promosindo selaku event Organizer