Wednesday, November 4, 2009

Era “ Wikinomics “ siapkah kita berkompetisi ?


Buku yang telah lama masuk dan keluar dari tas saya , keluar masuk dashboard mobil….. sampai kusut ( maklum buku yang nggak selesai-selesai di baca  )

Buku ini begitu menarik perhatian saya, membahas tentang perubahan perilaku manusia dan perusahaan dalam cara berbisnis, bersosial sebagai konsekuensi dari pesatnya perkembangan tehnologi.

Era web 2.0 merubah banyak perusahaan, bagaimana sebuah perusahaan mulai memikirkan, merancang, membangun dan mendistribusikan barang dan jasa dengan cara-cara baru yang inovatif dan menarik, dengan biaya yang semakin murah, dan inovasi yang semakin tinggi.

Perubahan besar dalam teknologi, demografi dan ekonomi global telah mampu membentuk kekuatan produk jenis baru, dengan tenaga tenaga riset handal yang tersedia hampir ada di pelosok bumi, telah melahirkan peluang – peluang baru, jutaan orang kini telah menggunakan blog, jurnal pribadi/chat dll, mereka saling berdiskusi mengkolaborasi ide tanpa ada lagi batasan negara dan bahasa dg Google Translate

Dunia adalah divisi riset anda

Membuka diri terhadap arus ide dan gagasan yang bertebaran di mana-mana, divisi R & D tidak lagi menjadi sebuah divisi yang exclusive, monopoli pengetahuan dalam ekonomi industri mungkin akan segera berakhir. Perusahaan dapat mencari,menggali, memfasilitasi gagasan2 tersebut, sehingga membentuk keterhubungan antar mereka dan mentransfer gagasan tersebut secara internal.

Pasar dunia tentang gagasan dan ide sudah banyak terbentuk seperti Innocentive di mana di situ terjadi interaksi antara pencari gagasan ( seeker ) bertemu dengan penyedia gagasan ( solver ). bersama membentuk co-creation dengan platform penghubung dalam menjalankan proses pengembangan dan riset perusahaan.

Bagaimana sebuah perusahaan tambang di Kanada Goldcorp Inc yang sedang di ambang kebangkrutan mampu bangkit kembali, hanya dengan menerapkan gagasan yang tidak lazim dan “gila”. Adalah McEwen memberi gagasan untuk meng “opensource” kan data-data penting dan eclusive geologinya, memasukan ke dalam file dan mengungkapkannya pada dunia. Tantangan GoldCorp ini di sambut sangat antusias oleh partisipan. Dengan hadiah sebesar $ 575.000 bagi partisipan yang mampu memberikan metode dan estimasi titik cadangan emas di tambangnya.

Dalam tempo singkat kontes ini menyebar di internet, dan lebih dari 1000 prospektor dari lebih 50 negara ikut terlibat di dalam kontes ini. Para kontestan telah mengidentifikasi temuan2 baru, yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh ahli geologi GoldCorp sendiri, faktanya lebih dari 80% hasil kontes tersebut telah menghasilkan lebih dari 8 juta ounces emas !

Procter & Gamble telah sukses juga membangun hubungan dinamis berdasarkan kepercayaan dengan kolaborator global untuk mebentuk ekosistem bisnis yang lebih luas, lebih dinamis dan inovatif.

Buku Wikinomics ini sebagai hasil riset senilai $ 9 juta yang di pimpin oleh
Don Tapscott menunjukkan bagaimana semua orang dapat berpartisipasi dalam perekonomian, menciptakan berita, meremiks music, merancang piranti lunak, membuat ramuan obat baru, mengedit ensiklopedia, menjual gagasan dan lain lain

Buku ini sangat menarik, bagaimana kita memandang jauh ke depan, mengantisipasi perubahan, merancang strategi baru dalam menghadapi arus dinamika tehnologi saat ini, karena menurut Don Tapscott kita hanya ada 2 pilihan : Berubah atau Mati.

Siapkah kita ??


Try Atmojo

owner : www.raxzel.com

Tuesday, October 20, 2009

Jadi Investor

“Investor” sebutan yang keren… ya..mungkin hampir sebagian orang sebetulnya adalah investor. Kita nabung di bank pada hakekatnya adalah investor, Cuma investasi type ini sangat kecil returnnya rata rata hanya 3% per tahun, selalu kalah tergerus oleh inflasi yang rata-rata 6 % (y.o.y)

Lalu apa sih yang mesti kita tahu untuk menjadi investor ? Banyak teman saya yang sampai saat ini sudah kapok dan alergi kalau mendengar kata-kata “ investasi “ karena beberapa pengalaman mereka yang habis uangnya karena tergiur dengan janji2 muluk imbal hasilnya 

Tetapi ada juga teman yang selalu bersemangat, jika di ajak diskusi atau ada tawaran untuk berinvestasi, karena mereka sudah tahu mana yang investasi yang aman, dan mana yang “bodong” seperti yang terjadi di PT.QSAR dulu.

1. Tetapkan tujuan investasi

Sebelum anda memutuskan untuk investasi, pastikan dulu apa sebetulnya TUJUAN UTAMA kita untuk investasi, jangan hanya ikut-ikutan. Pada umumnya kita punya tujuan berinvestasi untuk :

• Persiapan masa tua. Ya biasanya makin tua usia makin tidak produktif dan semakin besar cost untuk menjaga kesehatan . Masih mending kalau yang mempuntyai tunjangan pensiun, lha kalau wiraswasta ? berarti kita harus persiapkan sendiri rencana dana pensiunnya.

• Meningkatkan pendapatan. Mengembang biakkan dana, untuk berbagai kebutuhan atau membackup kebutuhan dan perkembangan bisnis

• Persiapan dana pendidikan, dana pendidikan terus mengalami kenaikan seiring dengan besarnya inflasi, kita mesti jeli menghitung “present value dengan “future value”. Bahkan kalau di hitung-hitung, dengan kiita hidup di Indonesia, hampir sebagian besar pendapatan kita tersedot utntuk : Biaya kesehatan, pendidikan, biaya hidup

2. Menentukan Rencana Investasi


Buat rencana bentuk investasi yang paling cocok buat anda, dari mulai tujuan, target pencapaian serta resiko apa saja yang siap kita ambil. Semakin detail anda merencanakan, akan semakin mudah untuk mengelolanya.

3. Type apa anda ?

Setiap orang berbeda-beda dalam memilih investasi, apakah kita cenderung agresif, atau konvensional ? pilihan tersebut selalu terkait dengan besaran resiko yang siap kita hadapi, apabila terjadi sesuatu hal.

4. Menentukan Produk Investasi

Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi produk investasi apa yang akan digunakan dengan melihat potensi hasil dan resiko dari setiap produk investasi yang akan digunakan. Kumpulkan semua informasinya terlebih dahulu, pelajari dengan seksama produk investasi tersebut . Berhati-hatilah dalam memilih produk investasi, karena ini penting dalam kesuksesan investasi Anda.

5. Diversifikasi

Untuk mencapai berbagai tujuan investasi, Investor membangun sebuah portofolio yang berisi berbagai produk investasi. Diversifikasi adalah kunci dalam menyusun portofolio agar hasil yang diperoleh maksimal namun memiliki resiko yang minimal. Jika ada produk investasi yang turun, harus ada produk investai lain yang naik. Berinvestasilah di berbagai jenis investasi dan banyak jangka waktu.

6. Mengelola Portofolio.

Keberhasilan dalam mengelola portofolio bukan dilihat dari hasil yang diperoleh, namun dari cara orang tersebut mengendalikan resiko. Jika portofolio yang telah disusun hasilnya bergeser dari tujuan awal, rubahlah isi portofolio Anda agar tetap konsisten dalam tujuan investasi. Pastikan Anda memiliki alasan yang tepat dalam melakukan penjualan atau pembelian.

Jika ada yang bertanya kapan saat yang tepat untuk memulai berinvestasi, jawabannya adalah sekarang.
Apa saja sih jenis-jenis investasi berikut dengan tingkatan resikonya ? tulisan nanti berikutnya kalau sudah sempat :-)


Selamat datang Investor !


Try Atmojo

owner : www.raxzel.com

Halal bihalal TDA 2009

Komunitas TDA akan mengadakan acara rutin tahunan Halal bihalal 2009 sebagai forum saling silaturahmi,sharing pengalaman dan networking. Seperti tahun tahun sebelumnya, acara yang satu ini selalu di tunggu-tunggu,karena acara ini sekaligus menjadi acara temu member dari berbagai penjuru, acara tersebut akan berlangsung pada :

Hari : Minggu , 25 Oktober
Waktu : Pukul 09.30 - 14.00
Tempat : Pondok Laras - Jalan Akses UI , Kelapa Dua - Depok (lokasi
setelah Markas Brimob dan sebelum Pompa Bensin)

Acara silaturahmi ini, selain akan datang 2 pembicara luar biasa
diatas, akan ada juga acara-acara menarik lainnya:

- Pencerahan Bisnis : Haji Alay
- Sharing Bisnis : Pak Iwan Agustian - Semerbak Coffee
- Hiburan musik
- Pameran foto

Biaya pendaftaran hanya Rp.50.000/orang sampai dengan hari Rabu, 21 Oktober 2009, dan setelah tanggal tersebut dikenakan biaya Rp.75.000/orang.

Biaya pendaftaran mohon ditransfer ke: Rekening BCA no. 421 241 2990
a.n. Tuntas Margi Hartini.

Don't miss it, jangan lewatkan acara ini, sekaligus bawa kartu nama anda secukupnya, siapa tahu anda akan ketemu partner bisnis.

Tulisan tulisan terkait Halal bihalal 2008 di sini juga di sini
Salam

Tuesday, October 13, 2009

Wanted ! Kepala Toko yg Ideal

Bisnis retail, terutama retail fashion (distro) sebagai ujung paling depan lini penjualan produk produk clothing sangat memerlukan seseorang kepala toko ( store manager ) yang handal, berdedikasi, sales oriented dll

Seorang kepala toko, adalah orang yang langsung memimpin teamnya dalam melayani customer, mencapai target , menjaga image , membangun relasi customer dll.
Memang gampang – gampang susah mencari orang dengan kriteria seperti ini , pengalaman saya sendiri untuk posisi seperti ini sering bongkar pasang 

Apa saja syarat minimal seorang kepala toko :

1. Mampu memimpin team

Walaupun di lingkungan toko tidak banyak jumlah karyawannya, bisa jadi mungkin hanya 3 atau 5 orang saja. Akan tetapi dia harus mampu me-manage teamnya, dari mulai menjaga disiplin kerja, menjalankan S.O.P , laporan penjualan dan keuangan toko, pelayanan customer, mengatur schedule kerja, memotivasi teamnya dll.

2. Berorientasi pada target penjualan

Sebagai lini depan penjualan, kepala toko wajib mengkomunikasikan angka2 target yang di tetapkan perusahaan kepada teamnya tanpa kecuali, serta intens memonitor hasilnya. Mempunyai system dan strategi sendiri untuk mencapainya.

3. Menguasai manajemen Inventory & Merchandising

Ilmu wajib yang harus di kuasai bagi kepala toko adalah manajemen barang. Bagaimana dia mengatur kebutuhan barang, menghitung perputaran, jeli melihat barang mana yang fast moving dan mana yang slow moving atau dead stock. Sehingga mampu menekan cost dan menjaga fleksibelitas pembayaran ke supplier. Membuat schedule & laporan rutin posisi stock barang ( stock opname ).

Selain itu kepala toko juga harus mampu menguasai bagaimana menempatkan/display barang, assortmen, sehingga atmosfir dan suasana toko terlihat nyaman, lengkap dan menyenagkan bagi customer.

4. Membangun relasi & Marketing

Membuat aktifitas dalam menarik customer, berpromosi, berinteraksi serta menjaga hubungan baik dg customer dan lingkungan sekitarnya. Bisa juga dengan menyusun database customer, meminta masukan tentang keadaan toko, barang dan lain-lain.
Menciptakan penampilan toko yang menarik, bersih,nyaman, eye catching sehingga calon customer tertarik untuk datang.

5. Menguasai Negotiation skill

Mampu dan luwes dalam negosiasi baik dengan supplier atau dengan pihak lain ( misalnya join promotion, membuat perjanjian consignment barang dll ) Sehingga dapat meningkatkan sales/margin, meringankan cash flow atau menekan biaya.

6. Administrasi

Administrasi walaupun kelihatannya sepele namun bila tidak ditangani dengan baik dapat merugikan toko, karena rata-rata 20% kehilangan barang, bersumber dari penaganan administratasi yang kurang baik. Jadi selalu terapkan 1 day administration, artinya tidak ada kegiatan administrasi yang ditunda sampai hari esok, semuanya harus selesai pada hari itu juga.

Percuma juga salesnya tinggi tetapi angka kehilangannya barangnya juga tinggi.
Kepala toko harus menguasai area toko, area yang rawan tindak pencurian dari customer, atau kebiasaan2 karyawan yang dapat menimbulkan kehilangan barang, mengingat bisnis retail fashion memangae ratusan bahkan ribuan artikel & varian produk


7. Mempunyai commonsense yang tinggi

Kepala toko harus selalu cepat tanggap dalam merespon segala permasalahan yang ada di toko, baik menyangkut masalah karyawan, operasional took, customer, supplier maupun pihak external lainnya . Jangan menunda masalah, seandainya bisa selesaikan segera kenapa harus ditunda.

Betapa idealnya mempunyai Kepala toko seperti itu , akan tetapi memang tidak mudah membentuk karakter2 tersebut, perlu waktu, pelatihan intensif, komitmen dan kesabaran kita sebagai owner.

O ya ada yang tertarik mau melamar posisi tersebut ?? silahkan email CV nya ke : try_atmojo@yahoo.com

Salam sukses

www.tryatmojo.com
www.tryatmojo.wordpress.com
www.posterous.com/tryatmojo

Monday, October 12, 2009

Perjelas target market anda

  1. Siapa target Anda ?
  2. Di mana audiens target Anda berada ?
  3. Apa yang mereka pikirkan tentang merek Anda saat ini ?
  4. Apa yang mereka inginkan dari  merek Anda ?
  5. Bagaimana caranya kita akan menarik mereka untuk produk atau jasa Anda ?
  6. Siapa lagi yang kompetitor kita ?

 

Posted via web from tryatmojo's posterous

Sunday, October 4, 2009

Tips : Bagaimana memilih lokasi usaha/toko ?

Pertanyaan2 seperti hampir sering di sampaikan ke saya baik ngobrol, chating ataupun via email. Memang utk sebagian orang yang sudah lama menekuni usaha retail terutama, pemilihan lokasi mungkin bukan hal yang terlalu sulit, akan tetapi buat yang baru mau terjun pertama kali membuka toko biasanya pemilihan lokasi akan sangat hati2 penuh pertimbangan, ragu bahkan saking lamanya berpikir, tiba2 malah keduluan di ambil orang atau bahkan mungkin kalah duluan dengan pesaing kita :-)

Bagaimana sih sebaiknya memilih lokasi toko/distro, faktor2 apa saja yang perlu di perhatikan dalam menentukan lokasi toko. Pengalaman saya sendiri pribadi dalam menentukan lokasi distro,tidak semua tepat, ada yang salah bahkan ada juga dalam waktu 8 bulan ada yang langsung saya tutup karena sepi pengunjung :-( .

1. Dekat dengan target market.

Pastikan siapa target market produk anda, apakah utk kalangan tertentu, umur tertentu
Atau mungkin lebih spesifik lagi. Satu nilai tambah untuk toko anda, bisa menjangkau market lebih dekat, sehingga customer lebih mudah untuk mengunjungi,lebih hemat waktu serta biaya bagi customer.

2. Gampang terlihat ( viewable )

Bisnis retail, apalagi distro fashion lokasi yg strategis dan gampang di lihat, akan sangat memudahkan menarik customer dan meminimalisir biaya promosi (pengenalan lokasi misalnya)
Apalagi ditambah dengan papan nama/signage yg mencolok, unik sekaligus eye catching.

3. Traffic

Arus lalu lalang orang atau kendaraan.. Untuk konsep toko atau distro yang menganut konsep Independent Store. ( Berdiri sendiri di luar komplek pertokoan, pusat perbelanjaan, mall ). Kepadatan traffic akan berpengaruh terhadap pengunjung toko.

4. Akses

Penting juga di perhatikan arus lalu lintas apakah satu arah atau dua arah, apakah letak toko kita ada pada sisi arah orang pulang beraktifitas atau arah berangkat orang beraktifitas. Bagaimana customer mudah mengakses menuju toko kita, apakah ada median jalan sehingga perlu memutar balik apabila menggunakan kendaraan.

5. Sharing area atau monopoli area

Pertimbangan pemilihan lokasi seperti ini, sama sama mempunyai resiko.

Sharing area :

Adalah lokasi yang kita pilh dengan alasan di lokasi tersebut sudah ada toko sejenis atau kompetitor, otomatis resiko memilih .lokasi seperti ini kita sudah siap utk berkompetisi dalam segala hal. Akan tetapi keuntungannya kita masuk di area yang sudah pasti ada market,tidak perlu mensurvei lagi, selain itu kita tidak perlu mengedukasi pasar lagi.

Monopoli area :

Kita memilih lokasi yang benar2 belum ada pesaing, dengan resiko kita harus mengeluarkan biaya ektra utk mempromosikan toko kita, perlu effort waktu dan biaya. Akan tetapi karena kita sendiri ada di area tersebut, maka kita akan lebih leluasa utk menetapkan harga, menikmati margin karena relatif tidak ada kompetitor.

6. Biaya sewa

Lokasi toko yang strategis otomatis mempunyai harga sewa yang tinggi.
Bagaimana kalau selisih harganya dengan lokasi lain yang kurang strategis cukup besar ?? Sepanjang selisih harganya masih tercover dengan potensi yang akan di dapat, lebih baik memang memilih tempat yang strategis walaupun harga akuisisinya lebih mahal.

7. Legalitas

Aspek legal wajib diperhatikan, jangan sampai mengabaikan hal ini, terlalu beresiko apabila kita sudah memutuskan memilih lokasi tetapi di kemudian hari bermasalah secara dalam hal perijinan, regulasi kawasan serta lingkungan sekitar.

8. Lingkungan sekitar

Jenis usaha di kanan kiri toko kita akan sedikit berpengaruh terhadap image dan tidak langsung mempengaruhi minat kunjungan customer. Contoh : distro akan lebih cocok di deretan usaha warnet, game, cafe terlalu memaksakan diri apabila samping distro ada bengkel motor, toko bangunan :-(


Terlepas dari hal hal tersebut di atas, faktor insting bisnis sedikit banyak akan sangat berpengaruh dalam hal memilih lokasi tempat usaha/toko. Semakin kita sering menjalaninya akan semakin mudah kita untuk memilih lokasi mana yang paling cocok, sehingga meminimalisir kerugian investasi di kemudian hari.

Selamat hunting lokasi !

Try Atmojo


www.raxzel.com
www.tryatmojo.com
www.tryatmojo.wordpress.com
Email ; try_atmojo@yahoo.com

Wednesday, September 30, 2009

How to getting on The Net-Generation Culture

A new youth culture, one that involves more than just the pop culture of music, MTV and the movies, is emerging out of N-Gen’s use of interactive media. It also involves the experience of being part of the largest generation in the world. We should pay attention to this culture which will very soon create the workplace and the society of tomorrow

1. Strong Independence
The typical N-Gener has a strong sense of independence & autonomy. N-Gen’s unprecedented access to information also gives them the power to acquire the knowledge necessary to confront information they feel may not be correct.
2. Emotional and Intellectual Openness
When N-Geners go online they expose themselves. They will maintain online journals and post their innermost thoughts on a Web page or in a chat room. A strong online example of N-Geners’ openness is The Diary Project where young people around the world contribute their thoughts, feelings, experiences and aspirations.
3. Inclusion
N-Geners are moving toward greater social inclusion with technology, not exclusion. Their creative processes show a move toward global orientation in all of their activities. Check out a virtual community of about 30,000 N-Geners at Freezone.
4. Free Expression and Strong Views
Being exposed to a lot of information on the Internet is to their benefit, insists N-Gen, and is a key element of the Internet’s appeal and usefulness. This issue is discussed in The Generation Lap.
5. Innovation
N-Geners live and breathe innovation, constantly looking for ways to do things better. These expectations of constant change and the ability to build or construct experiences have implications in our discussion of N-Gen Thinking and the education of N-Gen in N-Gen Learning.
6. Preoccupation with Maturity
The changing nature of childhood makes itself most obvious when N-Geners are contrasted with the baby boomers who, as a generation, have spent their lives obsessed with being youthful. N-Geners insist that they are more mature than adults expect.
7. Investigations
When it comes to technology, N-Gen’s initial focus is not how it works but how to work it. It is important for children to understand the assumptions inherent in software and to feel empowered to change those assumptions.

When the Internet first became popular, one of the joys of surfing was never knowing what site you could end up at next. Search engines like Yahooligans have contributed to ending that level of mystery and uncertainty.

1. Immediacy Interactivity and the speed of the Net have greatly increased the process of communicating. What used to take days or weeks, now takes seconds.
2. Sensitivity to Corporate InterestN-Geners feel that much of the broadcasting material they see on television is there to satisfy corporate agendas. However, on the Internet there has been such a flurry of creation involving so many people working in home-grown cottage industries, that there is even more intense sensitivity to corporate interest.
3. Authentication and TrustBecause of the anonymity, accessibility, diversity, and ubiquity of the Net, children must continually authenticate what they see or hear. Many sites provide inaccurate, invalid and even deceptive information. Pranksters spread false rumours. Who can the child trust? What sources of information are valid? Authentication of everything is required to establish trust.
The proliferation of Internet hoaxes spread via e-mail has often been used to emphasize the inherent weakness of the Net. Don’t Spread That Hoax! is one site that gives credence to that question.

Source :

Title: Growing Up Digital: The Rise of the Net Generation
Author Don Tapscott
Publisher: McGraw-Hill, New York
ISBN: 0-07-063361-4