Monday, October 12, 2009

Perjelas target market anda

  1. Siapa target Anda ?
  2. Di mana audiens target Anda berada ?
  3. Apa yang mereka pikirkan tentang merek Anda saat ini ?
  4. Apa yang mereka inginkan dari  merek Anda ?
  5. Bagaimana caranya kita akan menarik mereka untuk produk atau jasa Anda ?
  6. Siapa lagi yang kompetitor kita ?

 

Posted via web from tryatmojo's posterous

Sunday, October 4, 2009

Tips : Bagaimana memilih lokasi usaha/toko ?

Pertanyaan2 seperti hampir sering di sampaikan ke saya baik ngobrol, chating ataupun via email. Memang utk sebagian orang yang sudah lama menekuni usaha retail terutama, pemilihan lokasi mungkin bukan hal yang terlalu sulit, akan tetapi buat yang baru mau terjun pertama kali membuka toko biasanya pemilihan lokasi akan sangat hati2 penuh pertimbangan, ragu bahkan saking lamanya berpikir, tiba2 malah keduluan di ambil orang atau bahkan mungkin kalah duluan dengan pesaing kita :-)

Bagaimana sih sebaiknya memilih lokasi toko/distro, faktor2 apa saja yang perlu di perhatikan dalam menentukan lokasi toko. Pengalaman saya sendiri pribadi dalam menentukan lokasi distro,tidak semua tepat, ada yang salah bahkan ada juga dalam waktu 8 bulan ada yang langsung saya tutup karena sepi pengunjung :-( .

1. Dekat dengan target market.

Pastikan siapa target market produk anda, apakah utk kalangan tertentu, umur tertentu
Atau mungkin lebih spesifik lagi. Satu nilai tambah untuk toko anda, bisa menjangkau market lebih dekat, sehingga customer lebih mudah untuk mengunjungi,lebih hemat waktu serta biaya bagi customer.

2. Gampang terlihat ( viewable )

Bisnis retail, apalagi distro fashion lokasi yg strategis dan gampang di lihat, akan sangat memudahkan menarik customer dan meminimalisir biaya promosi (pengenalan lokasi misalnya)
Apalagi ditambah dengan papan nama/signage yg mencolok, unik sekaligus eye catching.

3. Traffic

Arus lalu lalang orang atau kendaraan.. Untuk konsep toko atau distro yang menganut konsep Independent Store. ( Berdiri sendiri di luar komplek pertokoan, pusat perbelanjaan, mall ). Kepadatan traffic akan berpengaruh terhadap pengunjung toko.

4. Akses

Penting juga di perhatikan arus lalu lintas apakah satu arah atau dua arah, apakah letak toko kita ada pada sisi arah orang pulang beraktifitas atau arah berangkat orang beraktifitas. Bagaimana customer mudah mengakses menuju toko kita, apakah ada median jalan sehingga perlu memutar balik apabila menggunakan kendaraan.

5. Sharing area atau monopoli area

Pertimbangan pemilihan lokasi seperti ini, sama sama mempunyai resiko.

Sharing area :

Adalah lokasi yang kita pilh dengan alasan di lokasi tersebut sudah ada toko sejenis atau kompetitor, otomatis resiko memilih .lokasi seperti ini kita sudah siap utk berkompetisi dalam segala hal. Akan tetapi keuntungannya kita masuk di area yang sudah pasti ada market,tidak perlu mensurvei lagi, selain itu kita tidak perlu mengedukasi pasar lagi.

Monopoli area :

Kita memilih lokasi yang benar2 belum ada pesaing, dengan resiko kita harus mengeluarkan biaya ektra utk mempromosikan toko kita, perlu effort waktu dan biaya. Akan tetapi karena kita sendiri ada di area tersebut, maka kita akan lebih leluasa utk menetapkan harga, menikmati margin karena relatif tidak ada kompetitor.

6. Biaya sewa

Lokasi toko yang strategis otomatis mempunyai harga sewa yang tinggi.
Bagaimana kalau selisih harganya dengan lokasi lain yang kurang strategis cukup besar ?? Sepanjang selisih harganya masih tercover dengan potensi yang akan di dapat, lebih baik memang memilih tempat yang strategis walaupun harga akuisisinya lebih mahal.

7. Legalitas

Aspek legal wajib diperhatikan, jangan sampai mengabaikan hal ini, terlalu beresiko apabila kita sudah memutuskan memilih lokasi tetapi di kemudian hari bermasalah secara dalam hal perijinan, regulasi kawasan serta lingkungan sekitar.

8. Lingkungan sekitar

Jenis usaha di kanan kiri toko kita akan sedikit berpengaruh terhadap image dan tidak langsung mempengaruhi minat kunjungan customer. Contoh : distro akan lebih cocok di deretan usaha warnet, game, cafe terlalu memaksakan diri apabila samping distro ada bengkel motor, toko bangunan :-(


Terlepas dari hal hal tersebut di atas, faktor insting bisnis sedikit banyak akan sangat berpengaruh dalam hal memilih lokasi tempat usaha/toko. Semakin kita sering menjalaninya akan semakin mudah kita untuk memilih lokasi mana yang paling cocok, sehingga meminimalisir kerugian investasi di kemudian hari.

Selamat hunting lokasi !

Try Atmojo


www.raxzel.com
www.tryatmojo.com
www.tryatmojo.wordpress.com
Email ; try_atmojo@yahoo.com

Wednesday, September 30, 2009

How to getting on The Net-Generation Culture

A new youth culture, one that involves more than just the pop culture of music, MTV and the movies, is emerging out of N-Gen’s use of interactive media. It also involves the experience of being part of the largest generation in the world. We should pay attention to this culture which will very soon create the workplace and the society of tomorrow

1. Strong Independence
The typical N-Gener has a strong sense of independence & autonomy. N-Gen’s unprecedented access to information also gives them the power to acquire the knowledge necessary to confront information they feel may not be correct.
2. Emotional and Intellectual Openness
When N-Geners go online they expose themselves. They will maintain online journals and post their innermost thoughts on a Web page or in a chat room. A strong online example of N-Geners’ openness is The Diary Project where young people around the world contribute their thoughts, feelings, experiences and aspirations.
3. Inclusion
N-Geners are moving toward greater social inclusion with technology, not exclusion. Their creative processes show a move toward global orientation in all of their activities. Check out a virtual community of about 30,000 N-Geners at Freezone.
4. Free Expression and Strong Views
Being exposed to a lot of information on the Internet is to their benefit, insists N-Gen, and is a key element of the Internet’s appeal and usefulness. This issue is discussed in The Generation Lap.
5. Innovation
N-Geners live and breathe innovation, constantly looking for ways to do things better. These expectations of constant change and the ability to build or construct experiences have implications in our discussion of N-Gen Thinking and the education of N-Gen in N-Gen Learning.
6. Preoccupation with Maturity
The changing nature of childhood makes itself most obvious when N-Geners are contrasted with the baby boomers who, as a generation, have spent their lives obsessed with being youthful. N-Geners insist that they are more mature than adults expect.
7. Investigations
When it comes to technology, N-Gen’s initial focus is not how it works but how to work it. It is important for children to understand the assumptions inherent in software and to feel empowered to change those assumptions.

When the Internet first became popular, one of the joys of surfing was never knowing what site you could end up at next. Search engines like Yahooligans have contributed to ending that level of mystery and uncertainty.

1. Immediacy Interactivity and the speed of the Net have greatly increased the process of communicating. What used to take days or weeks, now takes seconds.
2. Sensitivity to Corporate InterestN-Geners feel that much of the broadcasting material they see on television is there to satisfy corporate agendas. However, on the Internet there has been such a flurry of creation involving so many people working in home-grown cottage industries, that there is even more intense sensitivity to corporate interest.
3. Authentication and TrustBecause of the anonymity, accessibility, diversity, and ubiquity of the Net, children must continually authenticate what they see or hear. Many sites provide inaccurate, invalid and even deceptive information. Pranksters spread false rumours. Who can the child trust? What sources of information are valid? Authentication of everything is required to establish trust.
The proliferation of Internet hoaxes spread via e-mail has often been used to emphasize the inherent weakness of the Net. Don’t Spread That Hoax! is one site that gives credence to that question.

Source :

Title: Growing Up Digital: The Rise of the Net Generation
Author Don Tapscott
Publisher: McGraw-Hill, New York
ISBN: 0-07-063361-4

Peringatan awal positioning bisnis anda harus di rubah

1. Munculnya industri baru

2. Pesaing baru mulai bermunculan

3. Perubahan positioning pesaing utama

4. Kebangkitan pelanggan baru ( perubahan selera konsumen )

5. Tekhnologi baru, yg bisa merubah landsekap bisnis anda

6. Berkurangnya market share pada produk utama anda

7. Munculnya model bisnis dan manajemen baru

8. Margin laba semakin tertekan

9. Merosotnya cash flow

10. Merosotnya kepuasan pelanggan

11. Pelanggan mulai pindah ke produk lain

* by Ram Charan : Know How

Wawancara

ni salah satu cuplikan tulisan wawancara dengan sebuah majalah, yang sayang kalau terlewatkan :

1. Bisa diceritakan awal Mas Try melibatkan diri untuk terjun ke bisnis ritel dan memilih jalur wirausaha?
Jawab : Pada awalnya memang tidak berpikir jauh untuk terjun dan menekuni bisnis ini, saya terpikir untuk mulai bisnis ini karena dari pengamatan dan sedikit survey kecil2an di industri ritel fashion ini. Kenapa memilih berwirausaha ? karena jalur ini yang relative paling mudah untuk mulai, hanya diperlukan keberanian, sedikit feeling dan yang lain bisa learning by doing J

2. Apa strategi awal dan tahap-tahapan apa saja yang dilalui di dalam memulai start-up bisnis?

Jawab : Bisnis distro adalah bagian dari bisnis retail fashion pada umumnya, karena berkonsep independent store, mau tidak mau saya harus mencari dan memilih lokasi tempat/toko yang tepat. Target market distro adalah anak-anak ABG dan sebagian anak-anak kuliahan. Oleh karena itu dalam hal memilih lokasi store pun saya selalu mencari tempat yg memang banyak anak2 muda, bisa di jalan akses perumahan, akses ke mall ataupun tempat2 hangout favorit anak-anak muda.

Selain itu, strategi khusus untuk bisnis distro terletak pada bagaimana kita mengkonsep/layout toko, memilih jenis barang , membangun model promosi, serta membaca trend mode fashion.

3. Bagaimana gambaran bisnis Anda saat ini mulai dari omset dan cabang bisnis jika ada? Apa target bisnis Anda hingga akhir tahun ini dan apa saja yang akan disiapkan sebagai plan 2010?

Jawab : Bisnis distro pada saat ini telah menjadi semacam “gaya hidup” tersendiri. Konsumen type ini, adalah konsumen yang sangat loyal dengan trend atau mode, apalagi dalam komunitas mereka, apabila salah satu dari mereka mengenakan Tshirt atau tas terbaru, niscaya kemudian teman2 mereka yang lain akan mencari produk tersebut.

Dan terbukti industri ini sedikit lebih tahan banting di saat pasar garment kita di serbu oleh produk impor dari China yang jelas menawarkan harga yang sangat murah, akan tetapi dengan keunikan konsep, design dan cara jualan seperti ini kita mampu bertahan, bahkan semakin tumbuh.

Dari segi omzet penjualan, alhamdulillah masih stabil sesuai dengan session2 pada umumnya, dan saya sendiri pada saat ini mengoperasikan 6 (enam) outlet distro di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Target khusus tahun 2010, adalah mengembangkan brand saya “RAXZEL” agar semakin di kenal di industri ini, baik dari segi kualitas dan distribusinya.
4. Dari sisi SDM, industri kreatif memerlukan SDM yang unik, bisa diceritakan bagaimana Anda mengisi posisi ini mulai dari rekruitmen, pengembangan dan cara untuk mempertahankannya?

Jawab : Memang industri ini tidak terlepas dari pertemanan, serta komunitas. Dalam hal rekruitmen pada posisi2 tertentu seperti designer, creative, memang kita agak selektif dalam rekrut posisi ini, karena terkait dengan selera/taste dari konsep brand/produk kita.

Tetapi untuk posisi2 lain seperti store manager, staff toko kita merekrut sdm2 yang lebih dekat dengan target konsumen.

Untuk pengembangan dan mempertahankan mereka, secara regular kita selalu berdiskusi, studi banding dan memberikan informasi2 terupdate tentang industri ini, selain dengan pola reward dan membangun ikatan personal.

5. SDM kreatif ini seberapa pentingkah bagi bisnis Anda dan seberapa besar perannya di dalam mendesain dan membuat produk-produk baru dibanding dengan peran Anda sebagai owner? Seberapa besar intervensi yang Anda lakukan dan seberapa besar wewenang yang Anda delegasikan kepada SDM kreatif ini?

Jawab : Untuk posisi designer dan creative dept, memang sangat besar perannya dalam industri ini, karena dari merekalah muncul ide, design dan konsep2 baru, akan tetapi saya sebagai owner memang masih banyak terlibat dalam menentukan tema, session edition dan finishing produk, agar tidak keluar dari karakter brand yang kita kembangkan.

6. Seberapa sering Anda membuat produk dan bagaimana pembagiannya dalam perencanaan bisnis selama setahun, misalnya apakah ada tema-tema dalam setahun yang bisa dibagi dalam rentang waktu tiap semester atau kuartal, atau Anda tidak menggunakan pola-pola tersebut alias ngalir aja dan tergantung mood? Bisa dishare cara Anda menyiasatinya?

Jawab : Perencanaan produk kita relative lebih pendek , karena memang siklus dari industri ini berkonsep “limited” produk. Dalam satu design kita hanya memproduksi maksimal 60 pcs, makanya kita harus selalu terus-menerus mengupdate tren2 terbaru, dengan banyak bergaul,surfing internet dll.

7. Bagaimana Anda memandang persaingan di industri kreatif ini dan apa strategi jitu yang Anda pilih untuk bisa tetap eksis dan berbalik menang dalam persaingan?

Jawab : Persaingan dalam industri ini memang semakin seru, dengan makin menjamurnya distro/clothing2 baru dengan mengusung konsep dan keunikan design masing2. Akan tetapi saya optimis, bahwa industri ini masih akan tetap eksis di tahun2 mendatang, kunci sukses industri ini adalah terletak pada konsep design, kualitas dan kepekaan kita menangkap dan trend/mode juga membangun promosi, endorsement dan ketersediaan produk di masing2 titik distribusi.

Saturday, March 21, 2009

Young Entrepeneur Awards


Harian Bisnis Indonesia & Bank Commomwealth bekerja sama untuk mengadakan YEA yg telah memasuki tahun ke-3, apa saja syarat, ketentuan dan manfaatnya bagi kita ??
Silahkan lihat di sini : Young Enterpreneur Awards

Muda-mudahan bermanfaat, umtuk pengembangan dan akselerasi bisnis anda.

Try Atmojo

Wednesday, March 18, 2009

Relokasi Distro

Pemilihan lokasi ditro ternyata juga gampang-gampang susah lho...terbukti untuk yang kedua kalinya saya me-relokasi salah satu distro saya "Zerolabel".
Lokasi sebelumnya sewa di mall dengan ukuran yg jauh lebih kecil di banding yang sekarang. Memang traffic pengunjungnya tinggi ,tetapi transaksinnya sih biasa-biasa saja.

Ternyata untuk bisnis retail (fashion) sangat di pengaruhi oleh luas area untuk display barang dagangan,semakin luas tempatnya memang semakin banyak barang yg di display juga , yg artinya makin banyak customer dapat melihat dan memilih-milih barang.

Idealnya memang luas outlet vs omzet harus berbanding lurus, berapa M2 menghasilkan omzet berapa, bisa antara 30.000 - 50.000/m2 per hari

Memang kalau di mall, kita nggak di pusingkan lagi bagaimana mendatangkan lead/pengunjung, karena otomatis dari pengelola mall yang mendatangkan, beda sekali dengan di luar mall ( Independent store ) kita di tuntut creative dan berusaha mendatangkan pengunjung. Memang sih...sebetulnya bisnis distro ini "culture" lokasinya lebih pas di luar mall. Karena biasanya distro itu bukan hanya sekedar buat tempat berjualan saja, tetapi sekaligus sebagai tempat ngumpul, ngobrol,kongkow2 anak2 muda.

Salam


Try Atmojo
Owner : www.raxzel.com